"Aku berada di ambang jendela, memandang dunia serta tempat-tempat rahasianya, syair-syair yang hilang ditelan waktu serta kata-kata yang bergantung di udara. Kedua mata itu memberitahuku tentang hal-hal yang sama sekali tidak kita ketahui keberadaannya namun ada disitu, siap untuk ditemukan dan dikenal hanya oleh jiwa, bukan oleh tubuh. Kalimat-kalimat yang sepenuhnya dipahami, bahkan saat dibiarkan tidak terucap. Perasaan-perasaan yang secara serempak mendatangkan kebahagiaan sekaligus mencekik.
Aku berdiri dihadapan pintu-pintu yang membuka selama sepersekian detik, lalu menutup lagi, dan sempat membuatku sekilas melihat apa yang tersembunyi dibaliknya---harta-harta karun serta perangkap-perangkap yang ada, jalan-jalan yang tidak pernah ditempuh serta perjalanan-perjalanan yang tidak pernah dibayangkan."
